Dalam wawancara ada dua pihak yang terlibat, yaitu pewawancara dan narasumber.
Narasumber sebaiknya orang yang benar-benar menguasai informasi sesuai dengan topik wawancara agar pewawancara mendapatkan informasi sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai contoh, jika anda ingin mendapatkan informasi tentang sebuah kegiatan, Anda dapat melakukan wawancara dengan ketua panitia kegiatan tersebut sebagai narasumber.
Langkah-langkah yang perlu di perhatihan agar dapat menuliskan kembali hal-hal penting yang di kemukakan narasumber dengan bahasa yang komunikatif sebagai berikut.
1. Mendata hal-hal penting yang dikemukakan narasumber
Ketika mendengarkan wawancara, Anda harus memusatkan perhatian (konsentrasi) pada isi wawancara. Ikuti wawancara mulai awal hingga akhir. Anda juga harus mendata atau mencatat hal-hal penting yang disampaikan narasumber berdasarkan pertanyaan pewawancara.
2. Menuliskan hal-hal penting dengan kalimat yang komunikatif
Berdasarkan hal-hal penting yang telah dicatat, Anda akan lebih mudah menuliskannya kembali menggunakan bahasa yang komunikatif.
*Mengubah Teks Wawancara Menjadi Narasi
Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu di ubah dalam bentuk narasi. Narasi adalah bentuk karangan yang berisi rangkaian peristiwa yang di ceritakan secara berurutan (kronologis). Halini di maksudkan untuk menghemat tempat rubrik dan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pembaca mengenai isi wawancara. Melalui bentuk narasi, hasil wawancara menjadi lebih ringkas, jelas, dan efisien.
Beberapa langkah yang perlu dialkukan untuk mengubah teks wawancara menjadi narasi sebagai berikut.
1. Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung
Dalam sebuah wawancara, jawaban yang dikemukakan oleh narasumber berupa kalimat langsung, yaitu pendapat atau ujaran yang disampaikan secara langsung oleh orang yang bersangkutan. Kalimat langsung ditandai dengan penggunaan tanda petik ("..."). Agar menjadi bentuk narasi, kalimat langsung tersebut harus diubah menjadi kalimat tidak langsung.
2. Mengubah teks wawancara menjadi narasi
Pengubahan teks wawancara menjadi narasi adalah agar teks wawancara menjadi lebih ringkas, tetapi jelas dan runtut. Cara mengubahnya dengan merangkai kalimat-kalimat tidak langsung kedalam beberapa kalimat yang jelas dan runtut. Bagian-bagian kalimat yang dianggap kurang penting dihilangkan. Hal yang harus anda ingat dalam mengubah teks wawancara menjadi narasi adalah percantuman sumber wawancara dan narasumber. Bagian-bagian wawancara yang kurang perlu dihilangkan, namun keutuhan isi harus tetap terjaga.
3. Mentunting narasi
Hal-hal yang perlu disunting adalah penggunaan ejaan, tanda baca, pilihan kata (diksi), susunan kalimat, kepaduan antarkalimat, dan kepaduan antarparagraf. Jika ada hal-hal yang dianggap kurang tepat, perbaikilah dengan segera! Anda juga dapat menukarkan teks narasi yang telah anda susun dengan milik teman anda. Dengan cara demikian, penyuntingan akan menjadi lebih cermat sehingga dapat dihasilkan suntingan yang lebih baik.
*Menyimpulkan Isi Wawancara
Dalam kegiatan wawancara, seorang wawancara akan mencari informasi atau keterangan mengenai suatu topik atau permasalahan kepada narasumber (orang yang dimintai informasi). Topik atau permasalahan yang dibicarakan dalam wawancara tentu selalu berbeda. Hal tersebut bergantung pada apa yang dibutuhkan oleh pewawancara. Begitu pula dengan pendengar.
Beragam topik wawancara sering disiarkan melalui media, baik televisi maupun radio. Ada wawancara yang bertema politik, ekonomi, sosial budaya, hiburan, pariwisata dan sebagainya.
Setelah mendengarkan atau menyimak suatu wawancara, Anda diharapkan dapat menyimpulan isinya. Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai berikut.
1. Mendata pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber
Agar dapat mendata pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber, anda perlu memahami inti pertanyaan yang dikemukakan oleh pewawancara kemudian mencatat. Tidak semua jawaban narasumber harus dicatat. Anda harus selectif dalam mencatat. Anda cukup mencatat hal-hal yang sesuai dan berkaitan langsung dengan inti pertanyaan.
2. Menuliskan informasi
Berdasarkan data yang telah anda catat, Anda mendapatkan data yang konkret dan objectif tentang pernyataan narasumber sehingga memudahkan Anda dalam menuliskan informasi secara runtut.
3. Menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber
Berdasarkan informasi yang telah Anda tulis, Anda dapat menyimpulkan pikiran, pendapat dan gagasan narasumber yang terdapat dalam wawancara. Simpulan yang baik berupa pernyataan singkat, tetapi dapat mewakili atau merangkum semua pernyataan yang terungkap dalam wawancara.
No comments:
Post a Comment